Loading...

Kamis, 15 Juli 2010

Rahasia Sukses Bisnis Rasulullah






RAHASIA SUKSES BISNIS RASULULLAH

Sebuah mobil mewah, New BMW 318i terbaru, baru saja parkir di halaman rumah yang cukup besar. Tak lama kemudian muncullah sosok orang yang gemuk perawakannya. Dengan kulit yang terlihat agak legam terbakar matahari, beliau tetap saja terlihat elegan dan tidak segan-segan melemparkan senyum hangatnya. Dialah H. Rohman, seorang tukang cendol yang kini sukses menggawangi Es Cendol Elizabeth di Jawa Barat.

Saya kagum dengan beliau. Betapa tidak semangat dan kerja kerasnya mampu membuahkan hasil. Kini Es Cendol Elizabeth cukup populer brand merknya. Tak ayal tukang es cendol lainnya turut mendompleng dengan menuliskan embel-embel “Elizabeth” di gerobak dagangannya. Ya resiko orang sukses, brand merk biasanya ikut-ikutan atau sedikit diplesetkan oleh para pesaing biar ikut ketiban rejekinya.

Pak Haji Rohman mengawali kariernya dengan menjadi tukang es cendol di depan Toko Tas Elizabeth. Itulah salah satu alasan mengapa es cendolnya dilaberi merk “Es Cendol Elizabeth”. Ya simpel dan ngga neko-neko alasannya, hehehe…

Pelan tapi pasti orang-orang yang pergi ke toko tas Elizabeth pun mulai mencoba Es Cendol Bang Rohman ini. Ternyata meskipun harganya murah, beliau tidak mengurangi kualitas rasa es cendolnya. Dengan kata lain, high quality low price. Prinsipnya, untung sedikit namun volume penjualan yang banyak. Keramahan beliau dalam menyapa pembeli setianya pun luar biasa.

Sebagaimana kita tahu, marketing strategy terbaik adalah “rekomendasi teman / tetangga / keluarga, dll“. Dengan kata lain mouth to mouth alias getok tular. Seperti itulah kemudian bisnis cendol Pak Rohman berkembang. Kian hari makin laris saja dagangan beliau. Dan akhirnya beliau pun memutuskan untuk menambah satu gerobak lagi, Es Cendol Elizabeth.

Pasang dua gerobak di tempat yang sama (depan toko Elizabeth)? Tentu tidak, melainkan di letakkan di lokasi lain. Kan tinggal beritahu pelanggan bahwa es cendolnya juga buka cabang di lokasi lain. Pelan tapi pasti dengan prinsip hight quality, low price, high sale volume, Bang Rohman pun mulai menambah gerobag berikutnya.

Ketika sudah ada beberapa cabang yang eksis, Bang Rohman kemudian berhenti menjajakan sendiri Es Cendolnya. Dia pun mendelegasikannya kepada orang lain, sehingga bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis es cendolnya. Dan sudah bisa dipastikan, beliau sekarang passive income.

Dari kisah nyata singkat di atas mari kita coba tarik pelajaran hidup yang ada di dalamnya :

1. Tidak Peduli Apa Latar Belakang Anda, Semua Orang Bisa Sukses

Anda lihat, Pak Rohman mengawali karirnya sebagai tukang cendol. Bisa dibilang latar belakangnya mungkin tidak sebagus Anda semua yang saat ini hadir. Namun, bukankah Allah Maha Adil. Siapapun yang ingin sukses PASTI BISA SUKSES asalkan dia mau berusaha dan berjuang dengan cara yang benar.

2. Sukses Memerlukan Waktu dan Proses

Kehidupan Pak Rohman dan keluarganya saat ini memang enak. Tapi tahukah Anda, berapa lama dia berjuang hingga akhirnya bisa suksess seperti sekarang? Belasan tahun. Pertanyaannya, apakah Anda siap bila harus menghabiskan belasan tahun berusaha seperti Bang Rohman, tentu dengan kesuksesan di ujung perjalanan? Karena sukses adalah sebuah perjalanan dan proses panjang. Kabar baiknya, Anda bisa sedikit mempercepat proses tersebut dengan belajar dari orang sukses kemudian kita mempraktekannya.

3. Jujur, Kunci Membangun Kredibilitas

Bang Rohman dikenal jujur dan ramah oleh semua pelanggannya. Sehingga mereka merasa nyaman manakala membeli darinya. Bang Rohman juga jujur dalam menjajakan dagangannya. Dia tidak pernah menipu orang dan senantiasa berusaha membangun kredibilitasnya. Biar tukang es cendol yang hanya berpenghasilan pas-pasan, tentu jauh lebih baik dari koruptor yang memakan uang negara milyaran dan kaya darinya.

4. Tingkatkan Kualitas Produk Dan Layanan

Salah satu hal yang menjadi alasan es cendol elizabeth laku keras adalah rasanya yang enak dan unik dibandingkan dengn es cendol lainnya. Dengan kata lain dalam hal ini, Bang Rohman menjaga kualitas produk yang dijualnya. Tidak akan pernah terbentuk satu kredibilitas yang baik manakala produk yang kita jual tidak berkualitas.

5. Jangan Lupakan Faktor “X”, Kekuatan Sang Khalik, Alloh Swt.

Banyak orang yang berjuang seperti Bang Rohman. Namun demikian mereka tidak sesukses Bang Rohman. Bahkan kawan-kawannya, yang sudah mencoba strategi Bang Rohman tetap saja tidak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dalam bisnisnya. Ternyata setelah diusut, mereka kerapkali melupakan faktor “X” yakni kekuatan pendukung dari Sang Khalik. Ingat, siapa coba yang menggerakkan hati manusia untuk membeli es cendol di Pak Rohman. Siapa pula yang mengatur rezeki tiap anak manusia di dunia ini, untuk mengerti jawannya, kita sebagai seorang muslim sangatlah mudah yakni dengan mentauladani utusan Alloh Swt, yakni dengan mengupas RAHASIA SUKSES BISNIS RASULULLAH MUHAMMAD Saw. dan inilah yang akan menjadi bahasan kita pada pertemuan kita kali ini

Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah suri teladan yang baik.

Siapa yang tak kenal sosok Baginda Rasulullah, Muhammad SAW. Sosok yang dikenal sebagai seorang manusia yang patut dijadikan suri tauladan umat sedunia. Sosok yang hingga saat ini masih menempati posisi 1, manusia paling berpengaruh sedunia. Nah, jika biasanya orang banyak melihat sosok Rasulullah dari sisi kenabian / kerasulan, maka kali ini saya ingin mengangkat sosok beliau dari segi bisnisnya, yang bersumber dari buku “RAHASIA BISNIS RASULULLAH” karangan Prof. Laode Kamluddin, Ph.D.

Sosok Rasulullah memang banyak dikenal dan diperhatikan pasca diangkatnya beliau oleh Allah menjadi rasul yang terakhir di muka bumi ini. Orang meneladani semua aspek dalam dirinya, mulai dari sikap, pola pikir, keimanan, dll. Sedangkan yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang adalah bahwa Rasulullah adalah sosok pebisnis luar biasa, yang hampir sepanjang hidupnya tidak pernah mengalami kerugian. Kok bisa? Itulah yang akan kita bahas!

Muhammad SAW, semenjak kecil telah didik dan dikader dengan baik untuk menjadi seorang pebisnis handal. Dalam sejarah diceritakan bahwa sejak kecil beliau mengembalakan ternak para peternak kambing. Jumlah ternaknya pun terbilang tidak sedikit, ratusan. Digembalakan di padang yang luas dengan ancaman binatang buas yang senantiasa mengancam. Namun, beliau selalu mampu membawa ternak tersebut pulang dengan selamat, utuh jumlahnya dan dalam keadaan kenyang.

Pendidikan level pertama ini secara tidak langsung menjadi media pembelajaran pendidikan bisnis pertama beliau, yaitu bagaimana mengorganisasi, memanage, dan mengelola segala sesuatu yang dipercayakan kepadanya.

Sehingga beliau tumbuh menjadi pribadi yang kredibel, bertanggung jawab, teliti, empati, terbuka, mandiri, berani, mudah beradaptasi, sabar, lugas, visioner, dll dalam usia yang masih sangat muda. Beliau sekolah di sekolah alam atau universitas besar kehidupan.

Pendidikan level kedua dimulai ketika beliau berusia 12 tahun dan diajak oleh pamannya, Abu Thalib, untuk ikut dalam rombongan ekspedisi dagang (eksportir) ke negeri Syam. Selain itu beliau juga kerap ikut dalam lawatan-lawtan bisnis ke negara-negara tetangga yang sekarang dikenal dengan nama, Irak, Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman. Saat itulah Muhammad muda telah belajar bagaimana menjadi seorang eksportir handal sekaligus menyandang posisi sebagai eksekutif muda di masa itu.

Beranjak dewasa, Muhammad SAW kian mantap memilih karirnya sebagai pebisnis. Apalagi ia sudah mengantongin bekal kepercayaan dan kredibilitas yang dibangunnya sejak kecil. Ini tentu menjadi satu modal yang sangat mahal di dunia bisnis. Karena adanya kepercayaan, kredibilitas dan profesionalitas inilah hingga akhirnya Muhammad bisa memulai bisnisnya sekalipun tanpa modal. Dia memulainya dengan menjadi seorang manajer perdagangan yang mengolah modal investor dengan sistem bagi hasil. Dan memang, berkat kepiawaian dan didikan bisnis semenjak kecil, para investor selalu merasa puas akan hasil yang dicapai oleh Muhammad SAW.

Hal ini menarik perhatian seorang investor besar di kota Mekah, Siti Khadijah (yang nantinya kelak akan menjadi istri Baginda Rasul). Khadijah pun mempercayakan Muhammad SAW untuk memimpin ekspedisi perdagangan ke Syiria, Jorash, dan Bahrain.

Kesuksesannya ini semakin nyata terlihat manakala beliau melamar Siti Khadijah dengan mahar 20 unta terbaik di masa itu. Coba kita analogikan sedikit. Di masa itu unta adalah kendaraan terbaik dan termewah yang pernah ada. Apalagi bila jenisnya adalah unta terbaik. Nah kalau ditarik ke masa sekarang kira-kira kendaraan terbaik dan mewah? Mercedez Benz. Katakanlah saya ambil C-Class yang sekitar 300 jutaan. Maka 20 x 300 juta = 6 Milyar. Jadi mahar beliau untuk melamar Siti Khadijah sekitar 6 M (penuturan Prof. Laode Kamaluddin, Ph.D)

Untuk mencapai kesuksesan seperti itu tentunya beliau menerapkan satu prinsip dan strategi manajemen bisnis yang sangat handal. Prinsip-prinsipnya antara lain : jujur, setia, dan profesional. Dan ini seketika menjadi satu teladan etika bisnis yang ditiru oleh segenap bangsa Arab. Kita tahu sendiri kondisi bangsa Arab saat itu seperti apa. Apalagi, kala itu Muhammad masih belum diangkat menjadi Rasul. Beliau juga mengutamakan customer satisfaction, excellence service, kompetensi, efisiensi, tranparansi serta persaingan yang sehat dan kompetitif.

Jadi itulah masa-masa dimana Muhammad SAW meletakkan satu fondasi etika bisnis dan gaya manajemen yang luar biasa kepada bangsa Arab. Hingga akhirnya pada usia 40 tahun (tahun dimana beliau diangkat menjadi Rasul), sistem bisnis yang dibangunnya sudah tertata sedemikian rupa, hingga tanpa kehadiran dirinya pun bisnis tetap berjalan baik. Kalau bahasa sekarang mungkin bisa diistilahkan dengan passive income.

Meski sukses, pribadi Muhammad tidak pernah sekalipun menyiratkan kesombongan. Dia senantiasa berbagi dan tidak malu bila harus bergaul dan bercengkrama dengan masyarakat miskin yang ada di sekitarnya. Tidak memandang perbedaan status sosial. Sehingga seluruh elemen lapisan masyarakat mulai dari level bawah, menengah dan atas menghormati dan mengagumi beliau.

Itulah mengapa ketika kita memfokuskan pada kehidupan Rasulullah SAW pasca pengangkatan kerasulan, kehidupan bisnisnya tak banyak terlihat. Yang menonjol justru sisi spiritual dan kemapanan dalam memimpin suatu negara dikala itu.

Tren spiritual pasca sukses ini pun juga kerap kita jumpai di masa sekarang. Coba anda cek, berapa banyak para CEO sukses yang akhirnya terjun menjadi spiritual consulting + motivator. Mereka sudah tidak lagi mengurusi bisnis secara langsung, karena sistemnya sudah tertata rapi dan berjalan sedemikian rupa.

Apa Rahasia Bisnis Rasulullah ?

Pada Pertemuan Kali ini, saya akan membagikan kepada Anda Rahasia Bisnis Rasulullah, Sehingga Anda bisa mencoba memahaminya satu persatu dan mempraktekkannya. Percuma kan kalau saya beri rahasianya tapi tidak diteladani dan dipraktekkan, hehehe…

1. Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ladang Menjemput Surga

2. Kejujuran dan Kepercayaan Yang Tidak Bisa Ditawar

3. Tidak Cuma Bisa Mimpi, Tapi Ahli Mewujudkannya

1.

Berpikir Visioner, Kreatif, dan Siap Menghadapi Perubahan

2.

Planning dan Goal Setting yang Jelas

3.

Pintar mempromosikan diri

7. Menggaji Karyawan Sebelum Kering Keringatnya

8. Mengetahui Rumus Bekerja Dengan Cerdas.

1.

Mengutamakan Sinergisme

2.

Berbisnis Dengan Cinta

3.

Pandai Bersyukur dan Berucap Terima Kasih

1. BEKERJA = IBADAH

Ada satu kesalahan pemahaman yang sering kali dilakukan oleh umat manusia di dunia ini, terkait masalah ibadah. Ketika disinggung soal ibadah, maka yang sering kita pikirkan adalah masalah shalat, puasa, haji, dll (bagi yang muslim), pergi kebaktian ke gereja (bagi yang nasrani), sembahyang ke Pura (bagi yang Hindu), dll.

Padahal makna ibadah bisa lebih luas dari pada itu semua. Ibadah tidak hanya mencakup masalah spiritual saja. Ketika satu perbuatan dilakukan dengan niatan yang baik, dimulai dengan menyebut nama Allah, maka itu sudah masuk dalam ranah ibadah.

Begitu pula dengan bisnis yang kita lakukan. Niatkan saja bisnis Anda sebagai ibadah sejak awal. Maka sepanjang usaha yang Anda lakukan untuk memajukan bisnis Anda akan menjadi suatu ladang amal yang mengalirkan pahala. Pantaslah lahir ungkapan, “hidup kaya raya, mati masuk surga”. Apalagi kalau suksesnya di usia muda.

Dan ketika kita meniatkan setiap pekerjaan kita sebagai satu bentuk ibadah, maka efeknya akan lain sekali dan cenderung positif :

*

Anda akan bekerja lebih baik karena ini adalah ibadah. Ngga mungkin kan kita ibadah kepada Sang Khalik serampangan.

*

Anda lebih ikhlas dalam menjalani prosesnya karena ini bagian dari perjalanan ibadah kita.

*

Anda akan jujur dan amanah karena ingin mendapatkan balasan yang terbaik dariNya. Dll.

Kalau sudah begini, peluang bisnis kita untuk maju dan berkembang pesat terbuka lebar. Tentunya berujung pada kesuksesan dan peningkatan level spiritual kita yang berjalan beriringan. Bekerja = Ibadah, hidup sukses mati masuk surga.

2. KEJUJURAN & KEPERCAYAAN

Hal ini rasanya sudah banyak diketahui oleh banyak pebisnis, namun tidak banyak yang benar-benar memegang dan melaksanakannya. Hampir ratusan bahkan ribuan pebisnis lahir setiap harinya, namun tidak banyak yang mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama. Mungkin dua hal ini yang tidak disadari oleh kita kebanyakan.

Ada satu ungkapan menarik yang saya temukan di sebuah buku, “Etika bisnis memegang peranan penting dalam membentuk pola dan sistem transaksi bisnis. Pada akhirnya menentukan warna dan nasib bisnis yang dijalankan seseorang.” Coba direnungi sejenak ungkapan tersebut.

Di tengah ketatnya persaingan bisnis yang saat ini tengah terjadi, tentu sebagai pebisnis yang ikut terjun di dalamnya kita memerlukan beberapa nilai tambah yang menjadikan bisnis kita lebih unggul dibandingkan dengan pebisnis lainnya.

Namun apa yang sering terjadi, alih-alih mencari nilai tambah dan mengembangkan bisnis, kita malah cenderung suka menyikut pesaing bisnis dengan segala macam cara. Melupakan etika yang seharusnya bisa kita jadikan satu pegangan dan menjadi batu pijakan untuk melesatkan bisnis kita ke atas.

Bicara soal nilai tambah ini, KEJUJURAN dan KEPERCAYAAN sudah menjadi nilai tambah yang sangat luar biasa. Kenapa? Sudah bukan rahasia lagi kalau mayoritas customer kita membeli produk ataupun menjalin kerjasama dengan kita karena mereka PERCAYA bahwa kita JUJUR dan bisa DIPERCAYA.

Apalagi saat ini marak dengan penipuan-penipuan ngga jelas. Bahkan metode penipuannya pun sudah semakin profesional. Membutakan mata, mengusik emosi sesaat dan menyebabkan kita kehilangan banyak hal dalam waktu yang singkat.

Jadi coba mulai dari sekarang, kita ubah sikap kita dalam berbisnis. Cobalah untuk jujur dan tidak berbohong, sekecil apapun. Cobalah untuk membangun kepercayaan dengan sikap yang tepat. Bisa juga dengan membangun personal branding agar orang lebih mengenal siapa dan bagaimana kita sebenarnya. Dan ingat, pebisnis yang tidak jujur sudah mendapatkan 1 tiket VIP di neraka, itu ada di Al-Qur’an.

Lihatlah bagaimana Rasullah yang mendapatkan gelar Al-Amin karena kejujurannya sejak awal dia memulai karirnya. Walaupun startnya dari seorang penggembala kambing, namun berkat kejujurannya lah dia mampu menggenjot karirnya hingga berakhir dengan kesuksesannya sebagai seorang pebisnis besar.

3. NGGA CUMA MIMPI, TAPI ACTION

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia…” (Nidji - Laskar Pelangi). Bait lagu tersebut akan menjadi benar apabila kita ACTION untuk mewujudkan mimpi kita tersebut. Sudah terlalu banyak orang memimpikan untuk memiliki bisnis yang besar dan sukses, namun fakta berbicara bahwa yang sukses dan kaya hanya segelintir saja.

Cobalah Anda sesekali berdiskusi dengan rekan-rekan yang saat ini hidupnya pas-pasan. Anda bisa bertanya kepada mereka apa sih mimpi sukses mereka di dunia ini. Saya yakin disini mereka akan bercerita dengan antusias apa mimpinya. Lalu coba berikan pertanyaan kedua, “Apa yang sudah mereka lakukan untuk sampai pada tujuan tersebut?” (pertanyaan ini juga buat Anda lho).

Kalau pertanyaan pertama sifatnya enteng (cuma mimpi doang), maka pertanyaan kedua bobotnya berat sekali. Karena dalam hal ini menuntut satu hal, yakni TINDAKAN NYATA. Dan saya yakin sejuta alasan akan keluar dari kata-kata mereka, yang intinya tidak pernah punya keberanian untuk mencoba mewujudkan impian mereka alias tidak berani bertindak nyata.

Kita seringkali terlalu takut untuk memulau bertindak karena yang sering dibayangkan adalah KEGAGALANNYA. Kata gagal merasuk begitu dalam hingga berkuasa dalam pikiran kita mengalahkan arti penting kesuksesan itu sendiri. Padahal kalau kita mau belajar pada mereka yang sukses, justru mereka sukses adalah karena fokus pada keberhasilan yang ada di akhir perjalanan. Gagal di tengah jalan tidak masalah, karena perjalanan belum berakhir dan garis finishnya adalah kesuksesan.

Lihatlah bagaimana Rasulullah yang sejak kecil selalu bermimpi menjadi orang yang sukses. Beliau tidak mempedulikan latar belakangnya yang notabene berasal dari keluarga miskin dan yatim piatu. Dengan berbekal sebuah prinsip, “Hari esok harus lebih baik dari hari ini”, Beliau melangkah dengan pasti.

Beliau juga tidak takut ketika harus bersusah payah merintis bisnisnya dari nol. Masih ingat pendidikan bisnis pertama kali Rasulullah? Ya, saat beliau memulainya dengan menjadi penggembala kambing. Kemudian berlanjut dengan membantu pamannya berdagang. Lanjut lagi dengan menjadi agen bagi para pengusaha dan investor kaya. Yang berujung dengan menjadi saudagar kaya dan sukses.

Rekan-rekan, tiga point di atas sebenarnya bukan hal yang baru lagi dalam dunia keseharian kita. Tapi yaitu, belum banyak yang melaksanakannya. Entah karena ketidaktahuan atau karena memang ketidakberanian untuk bertindak.

4. BERPIKIR VISIONER, KREATIF DAN SIAP UNTUK PERUBAHAN

Mungkin sudah bukan hal yang baru lagi bila Anda mendengar bahwa seorang pebisnis yang sukses adalah mereka yang memiliki visi yang jelas kedepan. Mustahil ada orang sukses tanpa visi. Kenapa? Karena visi adalah cetak biru / blue print masa depan sukses kita.

Bayangkan Anda akan membangun sebuah bangunan megah, semacam tower pencakar langit yang indah, dan mungkin berharga sangat mahal bila disewakan sebagai properti hunian maupun kantoran. Ketika proses pembangunan akan dimulai, coba pikirkan apa yang paling dibutuhkan oleh para developer? GAMBAR. Ya, gambar bangunan yang akan dibangun. Makin jelas gambarnya makin mudah bagi pekerja di lapangan untuk mengerjakannya.

Begitu pula dengan kita. Makin jelas visi yang kita miliki, maka kita bisa menyusun langkah-langkah yang harus dilakukan dengan lebih mudah dan jelas juga tentunya. Untuk membantu Anda belajar dan berani membangun visi yang besar, saya merekomendasikan sebuah buku karangan David J.S, “Berpikir dan Berjiwa Besar“.

Sama pentingnya dengan visi, tanpa kreatifitas seorang pebisnis akan mati kutu. Anda bisa lihat, hampir setiap hari lahir pebisnis-pebisnis baru di dunia ini. Satu sama lain saling melahirkan inovasi baru yang lebih canggih dari para kompetitornya. Kualitas ditingkatkan dan inovasi terus dilahirkan, diferensiasi pun dilakukan juga sebagai bagian dari inovasi. Dan yang pasti semua itu butuh kreativitas.

Lantas bagaimana meningkatkan kreativitas tidak akan saya bahas panjang lebar kali ini. Namun Anda bisa membaca buku, “Marketing Is Bullshit” karangan Ippho Santosa. Disana beliau membeberkan mitos dunia marketing beserta solusinya, termasuk bagaimana sebenarnya untuk menumbuhkan kreativitas itu simpel. Kuatkan saja sisi kanan otak Anda (EQ > IQ). Percayalah, karena saya sudah membacanya.

Persiapkan juga diri Anda untuk menghadapi perubahan, karena tidak ada yang abadi di dunia ini melainkan perubahan itu sendiri. Lihatlah di sekeliling kita, banyak hal berubah dengan cepat. Apalagi ketika teknologi informasi berkembang dengan pesat, dan arus informasi sudah tak terbendung lagi. Hingga muncullah slogan, “Siapa yang menguasai informasi, dialah yang akan memenangkan pertempuran.” Nah, salah satu peristiwa yang sangat menggambarkan jelas betapa visioner dan kreatifnya Rasulullah adalah pada saat peristiwa Kota Madinah diblokade dan diembargo oleh suku Quraisy dan suku-suku Arab lainnya. Sehingga pada walaupun Madinah berada di jalur perdagangan penting, namun tidak ada aktivitas ekonomi sama sekali disana karena semua pedagang dari luar Kota Madinah dilarang menggelar dagangan disana.

Kondisi ini tentu menyusahkan Rasulullah dan para sahabatnya. Krisis ekonomi terjadi di tengah Kota Madinah. Lantas bagaimana Rasulullah menyikapi perubahan ekonomi yang sangat mendadak dan diluar perkiraan ini? Beliau tidak berdiam diri. Visi besarnya untuk menyelamatkan Kota Madinah sekaligus menjadikannya sebagai Kota kota yang ideal dalam berbagai aspek kehidupan, menuntun pemikiran kreatifnya untuk kemudian menyusun strategi yang luar biasa.

Beliau pun mengajak para pengusaha kecil setempat untuk membangun pasar alternatif sebagai pengganti pasar lama yang telah mati akibat ketergantungan pada perdagangan antar kota dan wilayah. Dengan pasar alternatif ini perlahan beliau menghidupkan urat nadi perekonomian umat Islam. Langkah berikutnya beliau juga menginvestasikan hartanya untuk membeli berbagai sarana publik yang selama ini dikuasai oleh orang Yahudi yakni sebuah sumur air yang jernih dan bagus, walau harus menebusnya dengan harga yang sangat mahal. Sehingga kota Madinah memiliki pasar dan sarana air bersih sendiri.

Agar pasar alternatif ini ramai dengan transaksi perdagangan, beliau pun memotivasi para pedagang lokal, petanim dan pengusaha (pengrajin) untuk produktif dan membuat produk-produk yang menjadi kebutuhan. Lambat tapi pasti pasar tersebut akhirnya mulai ramai dan bisa menghidupi perekonomian Kota Madinah tanpa bantuan perdagangan dari luar. Suku-suku pemboikot pun takjub. Bagaimana bisa hal tersebut terjadi.

Kemudian beliau pun mengubah sistem perekonomian berbasis syariah, dengan pilar perdagangan berupa sistem bagi hasil saling menguntungkan semua pihak (termasuk pihak Yahudi yang sebelumnya ikut memboikot dari dalam kota). Beliau juga mendidik para pelaku bisnis untuk membentuk satu sistem peradilan yang beretika. Dan beliau sendiri pun terjun di dalamnya, memberikan contoh teladan yang menonjolkan sisi komitmen dan profesionalisme.

Dan kisah nyata ini ditutup dengan sangat manis, yakni perubahan 180 derajat pada Kota Madinah. Jika sebelumnya kota ini berada di ambang kehancuran sebagai akibat embargo dari suku-suku di luar kota, maka kini kota ini bisa bernafas kembali dan terus survive hingga akhirnya Suku Quraisy menghentikan embargo kesana dan membuka kembali jalur perdagangan di Kota Madinah.

5. PLANNING DAN GOAL SETTING YANG JELAS

Tidak merencanakan sama artinya dengan merencanakan gagal. Itulah mengapa setiap bisnis yang akan dibangun memerlukan sebuah pererencanaan yang matang. Mulai dari persiapan hingga pada akhirnya launching produk di pasar yang tepat. Tidak hanya itu, untuk mempertahankan kelangsungan bisnis pun perlu perencanaan dan strategi yang tepat. Maka sangat diperlukan kemampuan untuk mengenali keinginan pasar, siapa pesaing kita, dan juga studi kelayakan bisnis yang kita lakukan.

Disamping itu perencanaan tersebut harus juga didasarkan pada goal yang sudah kita buat. Sehingga ada sebuah tolok ukur sejauh mana pencapaian yang sudah kita dapat. Apakah pergerakan bisnis kita sedang naik, ataukah jangan-jangan sedang turun menuju gerbang kehancuran. Entah karena “samudera mulai memerah” karena muncul pesaing sejenis, ataukah kita tidak siap dengan perubahan kebutuhan pasar sebagai akibat munculnya “samudera-samudera biru” sebagai buah dari kreativitas para kompetitor kita.

Goal sifatnya lebih spesifik dan jangkauannya lebih pendek daripada visi. Sehingga terlihat lebih masuk akal untuk dicapai. Dan ini menjadi suatu hal yang penting dikarenakan manusia cenderung menyerah di tengah jalan manakala target yang ingin dicapai terasa sangat jauh dan imposible. Namun, bila terlihat real dan memungkinkan untuk dicapai maka ada satu spirits baru untuk menyelesaikan perjalanan panjang menuju sukses yang telah kita mulai.

Agar mudah membedakan antara visi dan goal, kita kembali pada contoh proses membangun gedung mewah yang sudah saya berikan di awal. Visi adalah blue print hasil akhir bagaimana gedung tersebut nantinya. Nah, goal dalam hal ini adalah berupa gambar rencana kerja yang sifatnya lebih detail lagi. Jika visi menyeluruh dan bersifat global, maka goal adalah penjabaran-penjabarannya. Dan boleh juga dikatakan bahwa goal adalah breakdown dari visi yang telah kita buat.

Prinsip ini sendiri diterapkan Rasulullah pada saat beliau menjalankan bisnisnya. Ketika pada saat beliau merintis karir dengan menjadi penggembala, beliau tidak terus menerus stagnan dijalur tersebut. Beliau melakukan survey kecil-kecilan untuk merencanakan pengembangan potensi bisnisnya. Beliau melihat bahwa bisnis perdagangan tentu jauh lebih menguntungkan daripada hanya sekedar menjadi seorang penggembala yang notabene kerja ikut orang. Apalagi saat itu Kota Mekah menjadi salah satu pusara perdagangan Bangsa Arab.

Meski yakin akan potensinya, beliau tidak gegabah sebelum berpindah profesi menjadi pebisnis. Beliau berusaha mengenali lebih dalam dunia seperti apa yang akan diterjuni berikutnya. Itulah yang membuat dirinya ngotot untuk ikut pamannya berdagang ke luar negeri (Syam) walau usianya masih muda belia. Tujuannya cuma satu, mencari pengetahuan yang mendalam tentang dunia perdagangan, juga daerah-daerah yang strategis. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah telah banyak mengunjungi daerah-daerah bisnis seperti Syiria dan Yaman.

Perencanaan matang dan goal setting sudah dibuat dengan visi sukses yang jelas. Beliau pun kemudian action dengan menawarkan diri menjadi manager perdagangan para investor. Beliau memaparkan rencana bisnis (bisnis plan) dengan sangat real dan diyakini mampu membawa keuntungan besar. Inilah yang pada akhirnya membuat investor siap menggelontorkan dana dalam jumlah yang cukup besar. Apalagi Rasulullah juga telah mengantongi satu kredibilitas lewat gelar Al-Amin karena kejujuran beliau.

Dengan berbekal dana dari investor, Rasulullah mengembangkan bisnisnya hingga mendatangkan keuntungan bagi mereka. Disanalah hingga akhirnya beliau bertemu dengan seorang investor besar, Siti Khadijah, yang kemudian mempercayakan bisnisnya di Yaman kepada Rasulullah. Beliau juga mempimpin sendiri ekspedisi perdagangan dalam rangka mengembangkan sayap ke Syiria, Jorash, dan Bahrain di timur Semenanjung Arab.

Wow, tidak terasa sudah cukup banyak ulasan Rahasia Bisnis Rasulullah yang saya paparkan beserta bentuk aplikasinya. Tentunya mengacu pada sumber yang jelas, yaitu buku Rahasia Bisnis Rasulullah karangan Prof. LAODE KAMALUDDIN, Ph.D (CEO Global International Eco Rescue Ltd, yang berpusat di London, UK, dan Alabama).

6. PINTAR MEMPROMOSIKAN DIRI

Kalau Anda perhatikan, hampir setiap hari hidup kita bergumul dengan yang namanya promosi. Iklan dimana-mana, baik yang sifatnya langsung maupun hanya sekedar siratan belaka. Tujuannya cuma satu menghasilkan volume penjualan yang tinggi dan mempengaruhi pikiran kita untuk selalu ingat pada produk yang dipromosikan.

Promosi kini telah menjadi hal yang tak terpisahkan dari dunia bisnis. Dengan promosi kita mengundang orang lain untuk melakukan transaksi atas produk apapun yang kita jual. Dengan promosi orang jadi tahu siapa diri kita, produk kita, plus kualitas sebagai pelengkap dari produk. Dan karena banyak bisnis yang bertebaran, maka perang promosi antar satu bisnis dengan bisnis lain tak terelakkan lagi. Berusaha menunjukkan siapa yang terbaik, dan memang yang terbaik lah yang akan menang. best quality, best price.

Begitu juga dengan diri kita, perlu dipromosikan juga. Tidak sedikit kita melihat orang dengan segudang kemampuan dan talenta, namun menjadi manusia tidak berguna ketika tidak mampu mempromosikan dirinya kepada dunia luar. Pun kita tahu bahwa dibalik sebuah bisnis yang sukses selalu ada satu sosok figur yang menjadi icon bisnis. Dan sosok tersebut biasanya sudah memegang kepercayaan dari masyarakat. Dan sebagaimana kita ketahui untuk sukses dalam berbisnis di masa sekarang dibutuhkan kepercayaan, baik itu pada diri kita, maupun pada produk yang dipasarkan.

Rasulullah sendiri menyadari akan pentingnya promosi dalam pergerakan bisnisnya. Ia hafal betul masa-masa dimana para pedagang di penjuru dunia mengadakan transaksi dadakan di tempat-tempat tertentu. Seolah tidak ingin membiarkan kesempatan itu, beliau datang dan mengikuti jalan acaranya dan mencoba mempromosikan konsep bisnisnya. Itu membuatnya dikenal di kalangan pedagang manca negara.

Tidak hanya itu, rasulullah juga menunjukkan pola bisnis yang berbeda. Prinsipnya adalah keterbukaan. Bila pebisnis lain mematok harga berdasar pada harga kompetitornya, maka tidak demikian dengan Rasulullah. Ia memilih untuk menceritakan berapa harga barang yang dibeli sebelumnya dan memberikan kebebasan para pembeli untuk memberikan keuntungannya.

Beliau sadar akan nafas sebuah penjualan. Ia tidak tergoda untuk segera mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Baginya keuntungan sedikit dengan kuantitas penjualan yang banyak pasti lebih menguntungkan dibandingkan dengan keuntungan berlebih di awal penjualan namun membuat kapok pembeli dan tidak lagi bertransaksi dengannya. Dan dengan prinsip kejujurannya itulah, ia bisa mempertahankan relasi.

Perbedaan sikap dengan para pebisnis lain, memiliki kekuatan tersendiri dalam menarik konsumen rasulullah, yang pada akhirnya menjadi sarana promosi efektif atas dirinya. Berbekal personal branding ini, bisnis beliau pun melejit luar biasa. Yang pasti beliau tahu betul seberapa kualitas barang yang dijualnya. Dan tidak menetapkan harga dasar (tanpa keuntungan) yang berlebih.

Itulah cara Rasulullah mempromosikan dirinya. Sederhana tapi tak banyak yang bisa dan berani melakukannya. Low benefit, high sales value. High quality, best price.

7. MENGGAJI KARYAWAN SEBELUM KERING KERINGATNYA

Dalam urusan gaji menggaji dan mempekerjakan karyawannya, Rasulullah menerapkan beberapa prinsip sebagai berikut :

*

Tidak pernah terlambat dalam memberikan gaji karyawannya, karena keterlambatan memberikan gaji yang merupakan hak mereka adalah sebuah kedzoliman.

*

Adil dalam memberikan gaji, dalam artian berapa nilai yang diberikan sesuai denga bobot pekerjaannya.

*

Sering memberikan bonus-bonus tambahan di luar gaji pokok.

Selain prinsip di atas, Rasulullah juga memperlakukan karyawannya tidak sebagai atasan dan bawahan, melainkan juga menganggap karyawannya sebagai bagian dari persaudaraan dan kekeluargaan sehingga ada perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka.

Prinsip-prinsip di atas kalau kita teladani dan kita lakukan pada bisnis yang kita jalankan secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas dan percepatan bisnis yang berjalan luar biasa. Dalam hal ini, Anda sudah meletakkan satu kondisi makmur pada para karyawan. Disi lain sebagai imbal balik dan tanpa diminta, mereka pun akan bekerja sepenuh hati dan penuh produktivitas karena merasa kebutuhan dan haknya telah Anda cukupkan dengan baik.

Disamping itu dengan meletakkan prinsip persaudaraan dan kekeluargaan tanpa melupakan batasan profesionalitas, Anda menciptakan satu atmosfer kerja yang baik dan sangat kondusif untuk menumbuhkembangkan bisnis Anda. Yang pasti Anda akan memiliki karyawan yang mencintai Anda.

8. MEMAHAMI RUMUS “BEKERJA DENGAN CERDAS”

Dulu seringkali didengungkan bahwa untuk sukses kita perlu bekerja keras. Namun, tidak untuk zaman sekarang. Kalau Anda lihat, maaf, tukang becak pun setiap harinya bekerja keras. Bahkan tidak ada hari libur bagi mereka. Setiap hari mengayuh pedal becak untuk mencari nafkah. Tapi penghasilannya tetap saja tidak bisa mengalahkan pebisnis yang selain bekerja keras juga bekerja cerdas dengan “mengelola uang orang lain dan tenaga orang lain” (kata, Robert T. Kiyosaki dalam The Cash Flow Quadrant).

Orang yang bekerja dengan kecerdasan memiliki keuntungan yang jauh berlipat jika dibandingkan mereka yang hanya bekerja keras. Perbedaan itu seperti perbedaan antara orang yang bekerja dengan visi dan yang bekerja tidak dengan visi. Seperti orang yang bekerja dengan mengembangkan teknik dan orang yang bekerja tanpa mengembangkan teknik.

Bekerja dengan cerdas juga berarti mampu memilah pekerjaan dalam pikiran, jauh sebelum diwujudkan dalam tindakan konkret. Juga paham mana pekerjaan yang berorientasi ke depan dan mana yang hanya menghabiskan waktu belaka. Tahu mana prioritas dan mampu memilah mana yang perlu diselesaikan saat ini dan mana yang bisa ditunda. Sehingga pekerjaan menjadi efektif dan efisien.

Penerapan konsep bekerja cerdas dalam perjalanan hidup Rasulullah dimulai ketika beliau memutuskan untuk berpindah profesi dari seorang penggembala menjadi seorang pebisnis. Beliau menyadari bahwa jalur perdagangan, memiliki potensi keuntungan yang besar dan sifatnya jangka panjang daripada hanya sebagai seorang penggembala. Beliau sadar roda perputaran bisnis, jauh lebih cepat daripada berternak.

Kecerdasan beliau juga terlihat manakala beliau memutuskan untuk menekuni bisnis jasa (manager pengelola bisnis dan dana investasi, dimana menggunakan sistem pembagian dividen di akhir tahun). Beliau menyadari bahwa berangkat dari kondisi awal yang miskin, maka tidak mungkin baginya untuk langsung berbisnis di bidang perdagangan, mengingat modal yang dibutuhkan cukup besar.

Dengan kekurangannya ini, beliau pun memanfaatkan prinsip bisnis modern, yakni menggunakan uang orang lain dan tenaga orang lain. Beliau pun menghimpun para pemodal (investor) dan menawarkan jasanya mengelola modal dalam satu model bisnis perdagangan. Apalagi beliau pandai mempromosikan diri dan juga dikenal sebagai orang yang jujur.

Jadi terlihat, bahwa di zaman itu Rasulullah sendiri sudah menyadari bahwa bekerja keras tidak cukup, melainkan harus bekerja cerdas!

Oke, saya kira ulasan dan bahasan Rahasia Bisnis Rasulullah kali ini cukup sampai disini. Nantikan point-point Rahasia Bisnis Rasulullah berikutnya di artikel mendatang. Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi serta motivasi Anda dalam

9. MENGUTAMAKAN SINERGISME

Pada dasarnya manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk sosial, dengan kata lain untuk bisa hidup kita dituntut harus bekerja sama satu sama lainnya. Belajar dari sana, ternyata bisnis juga seperti itu. Tidak semua hal bisa kita pegang sendiri.

Itulah mengapa para pebisnis umumnya selalu mencari celah untuk bisa bersinergi dengan pebisnis lainnya. Karena mereka sadar, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dengan bersinergi maka ada satu usaha untuk saling menutup kekurangan yang ada dan menyatukan kekuatan menjadi yang terbaik diantara yang lain. Memperingan pekerjaan, namun memaksimalkan produktivitas bisnis.

Dan ngomong-ngomong, dengan sinergi kita bisa melejitkan karir bisnis kita. Dengan sinergi kita bisa memperkokoh bisnis kita. Ini juga yang saat ini sedang saya lakukan dengan beberapa pebisnis senior lainnya.

Contoh sinergi yang dilakukan Rasulllah adalah pada awal ketika beliau membangun bisnisnya. Rasulullah memiliki kemampuan marketing dan manajemen bisnis yang luar biasa. Disisi lain, beliau tidak punya modal awal yang cukup untuk memulai bisnis. Akhirnya beliau pun bersinergi dengan para pemodal bisnis. Dan kedua belah pihak pun mendapatkan keuntungan. Para pemodal mendapatkan untung dari pembagian dividen, Rasulullah sendiri mendapatkan untung dari operasional bisnis yang memang profit + bisa mengumpulkan modal untuk membangun bisnisnya sendiri.

10 . BERBISNIS DENGAN CINTA

Dalam artikel terdahulu saya pernah menuliskan “Rahasia Terdalam Untuk Sukses” (silahkan dibaca), sebagai hasil review atas seminar visi dan motivasi yang pernah saya ikuti. Ternyata setelah saya menemukan buku 12 Rahasia Bisnis Rasulullah, ada klop dengan satu poin yakni poin berbisnis dengan cinta.

Cinta memang sebuah power yang luar biasa. Karena cinta seseorang rela melakukan apa saja. Termasuk juga bisnis. Ketika Anda mencintai apa yang Anda lakukan (bisnis apapun itu), maka biasanya hasilnya akan sangat berbeda dengan mereka yang melakukan sesuatu dengan keterpaksaan tanpa ada cinta di dalamnya. Memang hasilnya masih ada, tapi tidak akan maksimal.

Lihatlah Iwan Fals, W.S.Rendra, Habiburrahman El Shirazy, Bill Gates, Ford, dll, yang merupakan gambaran orang-orang yang sukses menjalani bisnis dengan cinta. Kecintaan mereka atas pekerjaannya itu membuat mereka terus bersemangat meski pada saat-saat yang sulit. Kecintaan mereka itu pula lah yang membuat mereka sukses luar biasa, karena rasa cinta membangkitkan energi besar dalam diri mereka.

Pada diri Rasulullah sendiri kita sudah mengenalnya sebagai pribadi yang penuh rasa cinta dan kasih sayang. Ia tak pernah menyakiti orang lain, bahkan terhadap orang yang membencinya sekalipun. Beliau senantiasa bertindak lemah lembut dan penuh kecintaan.

Dalam bisnisnya beliau selalu ramah dan piawai memberikan perhatian yang tulus, baik itu pada pelanggannya maupun pada relasi bisnisnya. Akhirnya pelanggannya menjadi loyal dan terus melakukan repeat order. Pelanggan baru pun banyak berdatangan sebagai efek dari getok tular marketing. Adapun dengan relasi bisnisnya, mereka semua menjadi respek kepada Rasulullah dan tidak segan-segan memberikan bantuan ataupun mengadakan sinergis bisnis demi kebaikan semua.

11 . PANDAI BERSYUKUR

Di Al-Qur’an Allah sudah berjanji kepada kita, barang siapa yang mensyukuri setiap nikmat yang ada pada diri manusia, maka Allah akan menambahkan kenikmatan baginya. Dan sebaliknya, barang siapa yang kufur nikmat, tunggu saja adzab yang menanti!

Banyak orang seringkali merasa hidupnya selalu kurang, padahal jika dia mau jeli, sesungguhnya banyak hal yang mesti dia syukuri. Dan ketika kita menjadi pandai bersyukur ditunggu saja miracle-miracle datang. Ngga percaya? Lha wong saya aja mengalami kok dan pernah saya tuliskan di artikel singkat “Murah Hatinya Allah Pada Arief“. Coba cari dan baca juga buku The Secret dan Quantum Ikhlas yang banyak membahas soal Hukum Daya Tarik.

Wujud syukur itu sendiri bisa juga berupa menyisihkan sebagian hasil yang kita dapatkan dari bisnis untuk mereka, saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan. Ketika Anda benar-benar ikhlas bershodaqoh, maka Allah akan memberikan kita lebih banyak lagi dari apa yang kita shodaqohkan.

Memang jika dipikir secara logika ngga masuk. Kita berpikir 10-1 = 9. Namun tidak demikian matematika Allah. Bisa jadi 10-1 = 19. Kok bisa? Hey, itu janji Allah di Al-Qur’an. Masa Allah ingkar janji. Tapi dengan satu syarat. Anda ikhlas. Biar lebih mantap, silahkan cari buku “The Miracle of Giving” karangan Ust. Yusuf Mansur.

Kalau saya menganggapnya sangat masuk akal. Ketika kita menshodaqohkan sebagian harta pada mereka yang membutuhkan, maka biasanya orang-orang yang kita bantu akan mendoakan kita. Ingat, doa orang miskin itu mudah sekali dikabulkan oleh Allah. Makin sering Anda shodaqoh sebagai wujud syukur, makin sering didoakan dan doa diterima, makin sukses Anda.

Bicara soal syukur, Rasulullah lah masternya. Beliau jarang mengeluh dan senantiasa mensyukuri apa yang dimilikinya. Dan beliau juga senang berbagi kepada saudara-saudaranya yang membutuhkan sebagai salah satu wujud syukurnya. Meski sukses, beliau tetap memilih hidup sederhana (low profile) agar tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh antara dirinya dan mereka yang hidup susah. Sekali lagi inget, makin kita bersyukur makin dahsyat bisnis kita.

Oke, total hingga saat ini udah 11 rahasia bisnis rasulullah yang kita sharingkan. Masih tersisa satu rahasia lagi. Saya akan sharingkan di kesempatan berikutnya. Sengaja saya pisahkan karena yang terakhir ini sangat penting dan menyangkut satu falsafah hidup yang mendalam, bahkan bisa dibilang menjadi tujuan hidup kita kedua setelah hidup untuk beribadah (tujuan hidup utama). Jangan lewatkan.

Salam Sukses,

http://ariefmaulana.com/

Bagaimana Nabi Muhammad saw Melakukan Bisnis
Wawan Darmansyah

Krisis Ekonomi Dunia belum berakhir, bahkan sektor rill didalam negeri sangat memperihatinkan, walau kacamata optimis harus kita lakukan, Allah SWT berfirman ;
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11
Kondisi ekonomi yang serba carut marut ini memberikan harapan jika kita menggunakan metode Rasulloh dalam menjalankan bisnisnya. Untuk itu simak berikut sesuai tentang bagaimanan Rasulloh dalam melaksanakan usahanya.
Sebelum mencapai jenjang KEROSULLANNYA, telah dikenal sebagai pengusaha muda yang disegani. Untuk sampai pada tataran itu, bukan jalan mudah. Seperti yang kebanyakan dikeluhkan para pengusaha, Nabi Muhammad SAW pun tidak memiliki cukup modal. Jangankan modal, dirinya pun hanya hidup sederhana mendompleng di rumah pamannya, Abu Thalib ra.